Puji Suci Marang Gusti,Kawulo Tansah Ngabekti...

Minggu, 25 September 2011

SASTRO JENDRO HAYUNINGRAT

Sastra Jendra Hayuningrat.
Dalam tataran keilmuan orang jawa ada beberapa hal
yang harus ditempuh jika seseorag ingin mencapai
kesempurnaan hidup,salah satunya tataran yang
harus dilewati tertuang dalam kitab baswalingga
karya pujangga besar jawa ki rangga warsita.tataran
keilmuan yang termahtub dalam kitab karya rangga
menurut ki rangga warsita bahwasannya sastra
jendra hayuningrat adalah jalan atau cara untuk
mencapai kesempurnaan hidup berdasarkan falsafah
ajaran budha,dan apabila semua orang menaati
semua ajaran sastra tadi niscaya bumi akan
sejahtera,
nama lain dari sastra jendra hayuningrat adalah sastra
cetha alias sastra tanpa papan dan sastra tanpa
tulis,walaupun tanpa tulis dan papan tapi maknanya
terang dan bisa digunakan sebagai serat
papakem paugeraning gesang.
untuk mencapai sastra cetha ada 7 tahapan yg
harus dilalui ya
itu:

1.Tapaning Jasad: mengendalikan atau menghentikan
gerak tubuh dan gerak fisik lainnya,lakunya tidak
dendam ,sakit hati .semua hal diterima dengan
legawa-tabah dengan kesungguhan hati alis tan milih
tan nolak.
2.Tapaning Budhi:artinya menghilangkan perbuatan yang
hina (nista) dan hal hal yang tidak jujur
3.Tapaning hawa nafsu:mengendalikan nafsu atau sifat
angkara murka dari pribadi kita.lakunya sabar dan
selalu berusaha menyucikan diri,punya perasaan
dalam,mudah memberi maaf dan taat pada tuhan
yang maha esa.
4.Tapaning Cipta:artinya memperhatikan perasaan
secara sungguh sungguh atau dalam bahasa jawanya
ngesti sarasaning raos ati,berusaha sekuat tenaga
menuju heneng–meneng-khusyuk-tumaknina,sehingga
hasilnya tidak akan diombang ambingkan oleh
siapapun dan apapun dan yang akhir selalu hening-
wening atau waspada supaya bisa konsentrasi ke
alloh swt
.
5.Tapaning Sukma:dalam tahapan ini kita fokus ke
ketenangan jiwa.amalnya ikhlas dan memperluas
rasa kedermawanan kita dengan memberi derma
kepada fakir miskin secara iklas
6.Tapaning cahya:maknanya dalam tataran ini selalu
eling,awas dan waspada.sehingga hasilnya kita
mempunyai daya meramalkan sesuatu secara tepat
alis waskitha,amal eling dan waspada diikuti dengan
menghindari hal hal yang bersifat glamour dunia atau
memabukan yang mengakibatkan batin kita menjadi
samar.
7.Tapaning gesang:dalam tahapan akhir ini kita
berusaha sekuat tenaga dengan hati hati menuju
kesempurnaan hidup dan taat pada Tuhan Yang
Mahaesa.
ilmu sastra jendra yang kami terangkan diatas
berdasarkan kebatinan jawa,sastra ini bermakna
mantra berdasarkan ilmu pengetahuan dengan kata
lain ilmu untuk memupuk kesejahteraan dunia
(memayu hayuning bawana). yang berasal dari
bathara indra yang juga bermakna endra loka alias
pusat tubuh manusia yang berada di dalam rongga
dada(jantung),pusat dalam kaitan diatas bermakna
sumber atau rasa sejati-ambang batas.hayu-ing-rat
artinya menuju keselamatan dunia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar